Selasa, 22 Maret 2022

10 Perusahaan Tertua Di Dunia Yang Masih Beroprasi

 1. Kango Gumi

    Pada sekitar abad ke-6 Masehi, agama Buddha sedang berkembang dengan begitu cepat di Jepang. Bahkan, para penguasanya juga mendukung penyebaran tersebut. Untuk mendukung penyebaran tersebut dan karena tidak ada yang berpengalaman membuat sebuah candi Buddha, otoritas setempat mengundang tiga orang pembuat candi terkenal asal Korea, salah satunya adalah Shigemitsu Kongo. Setelah berhasil membangun satu candi di Osaka bernama Shitenno-ji, yang hingga sekarang masih ada, Shigemitsu melihat peluang untuk membuat bisnis konstruksi candi. 

    Pada tahun 578, Shigemitsu memutuskan untuk membangun perusahaannya dengan nama Kongo Gumi. Kongo Gumi berhasil melewati berbagai bentuk guncangan mulai dari krisis politik, perang dunia, hingga bencana alam. Pada tahun 1800-an, Restorasi Meiji menghendaki untuk membumihanguskan ajaran Buddha di Jepang, namun Kongo Gumi berhasil tegap berdiri. Pada tahun 1945, Kongo Gumi juga berhasil tegak bertahan dari dua kali bom atom yang melanda Hiroshima dan Nagasaki. Bahkan, perusahaan tertua di dunia ini juga berhasil selamat dari krisis ekonomi yang melanda Jepang pada tahun 1980-an.  

    Kemampuan bertahan Kongo Gumi sangat mengagumkan. Salah satunya adalah ketika masa perang dunia pertama dan kedua terjadi, Kongo Gumi tak hanya menjadi perusahaan pembuat candi, tetapi juga pembuat peti mati. Tak hanya itu, ketika masa-masa krisis, perusahaan ini berhasil melakukan berbagai inovasi. Ketika Kongo Gumi tak lagi melihat kayu sebagai material yang mampu bertahan dari berbagai ancaman mulai dari gempa bumi, api, hingga perang, Kongo Gumi berhasil berinovasi dengan membuat metode konstruksi baru menggunakan beton. Setelah tak lagi bisa bertahan dari utang masif sebagai akibat dari krisis yang menimpa Jepang pada tahun 1980-an, Kongo Gumi kini adalah anak perusahaan dari Takamatsu Construction Group setelah dibeli pada 2006 lalu. Sebelum perusahaan tersebut akhirnya berpindah kepemilikan, Kongo Gumi masih memiliki 100 karyawan dan pendapatan tahunan mencapai USD 70 juta atau Rp1,1 triliun pada tahun 2006. Meski tak lagi berdiri sebagai perusahaan sendiri, Kongo Gumi tetaplah perusahaan konstruksi candi hingga saat ini.

2. Stiftskeller St.Peter

    Pada tahun 803 St. Peter Stiftskeller adalah sebuah hotel, yang secara resmi didokumentasikan dalam sebuah surat dari penyair terkenal Alcuin. Pendirian ini dianggap sebagai restoran tertua di Eropa Tengah. Setiap malam, "makan malam bersama Mozart" diadakan di sini, menampilkan arias populer dari opera Mozart yang dibawakan oleh aktor-aktor berpakaian mode pada waktu itu, dan hidangan yang disiapkan sesuai dengan resep dari abad ke-XNUMX disajikan. Menu restoran termasuk masakan klasik Salzburg. Restoran ini diketahui sudah beroperasi 803. Berdasarkan catatan milik biksu Albuin yang tak lain adalah pengikut setia Charlemagne yakni kaisar yang berkuasa pada zaman Romawi kuno. Restoran ini masih berdiri di struktur bangunan aslinya di Abbey, Santo Petrus. Namun karena kondisinya yang melapuk, bangunan ini sudah beberapa kali direnovasi dan diperluas. Sebuah lampu gantung klasik masih tergantung di tengah resto yang punya ruangan luas bergaya vintage. Resto ini tercatat sudah melayani banyak bangsawan, pejabat hingga selebriti papan atas selama berabad-abad.

3. Hotel Sennen-no Yu Koma (Jepang)

    Sennen-no Yu Koman adalah ryokan (penginapan atau hotel tradisional Jepang) di Kinosaki, yōgo Onsen, kota Toyooka, prefektur Hyōgo, wilayah kansai di Jepang. Kinosaki adalah area seluas 12,04 mi². Pada tahun 2005, ia digabungkan menjadi kota Toyooka yang diperluas dan pada Oktober 2010, distrik Kinosaki memiliki perkiraan populasi 3.778. Namun, di kota kecil ini, terdapat hotel tertua kedua di Jepang (yang tertua adalah Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel sumber air panas di kota kecil di Prefektur Yamanashi di barat daya Tokyo)

    Koman didirikan pada 717 sehingga tahun 2017 ini sebenarnya adalah ulang tahunnya yang ke-1300. Ryokan ini didirikan oleh Gonnokami Hiuke. Dia bermimpi tentang empat Dewa yang mengatakan kepadanya bahwa dia harus tinggal di sana sejak saat itu dan seterusnya untuk melindungi keturunannya. Dalam mimpinya, para dewa mengatakan kepadanya bahwa dia harus tinggal di lokasi itu untuk melindungi keselamatan keluarganya dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, ia membangun kuil untuk para Dewa di lokasi hotel dan keturunannya kemudian membuka pemandian di Kinosaki Onsen di dekatnya. Saat ini hotel tradisional Jepang, yang berarti memiliki pemandian umum dan kamar dengan tikar tatami, adalah salah satu perusahaan tertua di dunia.


4. Botin Restaurant

    Botin Restaurant merupakan restoran tertua di dunia yang terletak di Spanyol yang sudah beroperasi selama 293 tahun. Restoran ini pertama kali dibuka pada tahun 1725 dan terus beroperasi sampai sekarang. Gudang bawah tanah restoran ini bahkan sudah dibangun sejak tahun 1950, sehingga ketika mengunjungi gudang bawah tanah seperti sedang berada di masa lalu. 
Luis Javier Sanchez Alvarez, deputy manager dari Botin Restaurant menjelaskan, “Salah satu bagian terpenting dari restoran ini adalah oven. Oven ini merupakan harta yang paling berharga bagi restoran ini," katanya. "Oven ini sudah beroperasi selama 293 tahun lamanya dan kami tidak pernah mematikannya,” ujar Alvarez. “Oven ini harus tetap panas pada malam hari agar bisa digunakan untuk memanggang pada pagi harinya.

    Itulah mengapa kami tidak pernah mematikan oven ini. Ada aroma yang sangat spesial, yang luar biasa,” ujar Alvarez. Menurutnya, hidangan andalan dari Botin Restaurant ini adalah suckling pig roast. Daging anak babi ini dipanggang di oven yang menjadi legenda di restoran tersebut sehingga menghasilkan kulit yang sangat renyah. “Dan kayu dari halm oak yang menjadi kayu bakar menjadi sentuhan akhir yang membuat hidangan daging babi sangat nikmat,” kata Alvarez. 
 
“Resep kami sudah sangat tua, yang didapatkan dari leluhur yang memulai membuka restoran ini. Dan resep tersebut yang selalu kami gunakan sampai saat ini sehingga memiliki rasa yang persis sama seperti yang dibuat oleh para pendahulu yang membuka restoran ini,” tutur Alvarez. Alvarez juga menambahkan, “Namun, tetap saja restoran ini harus mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu kami memberikan desain yang menarik pada setiap alat makan yang digunakan oleh pelanggan,” katanya. 
 
“Saya sendiri sudah bekerja di restoran ini selama 41 tahun dan menurut saya restoran ini sudah seperti rumah untuk saya. Ketika berada di sini, saya merasa nyaman," aku Alvarez. "Penting untuk selalu menjaga tradisi dari hidangan yang ada di restoran ini. Setiap resep-resep tua harus dijaga dan tidak boleh dilupakan. Kami berharap restoran ini bisa selalu buka di tahun-tahun mendatang,” tutup Alvarez. 


5. Bingley Arms

    Terletak di Bardsey, utara Leeds, Inggris, The Bingley Arms bukanlah pub biasa. Memiliki taman belakang yang rimbun dan jauh dari keramaian, pub tersebut telah tercatat di Guinness Book of Records sebagai pub tertua di Inggris. The Bingley Arms semula bernama The Priests Inn. Kedai bir ini memiliki sejarah yang diketahui yang berasal dari tahun 953 Masehi, saat Simson Ellis membangun bagian tengah bangunan.

    Namun, bukti lain menunjukkan bahwa The Priests Inn didirikan jauh sebelum All Hallows Church terbentuk, yaitu sekitar tahun 950 Masehi. The Priests Inn adalah tempat populer untuk beristirahat bagi para pendeta Katolik. Penginapan ini berada di jalur utama antara Kirkstall Abbey dan Abbey di St Mary's, York. Rumah singgah tersebut kemudian digunakan untuk makan oleh orang-orang asing yang melakukan perjalanan jauh, sedangkan bangunan sebelahnya digunakan untuk mengistirahatkan kuda mereka. Sekitar tahun 1000 Masehi, The Priests Inn menjadi pengadilan dan tempat untuk menyiksa para terdakwa. Mereka diseret ke persimpangan jalan, di seberang gereja.

    Di dalam cerobong asap, di bagian utama bangunan itu, ada dua lubang pendeta (priest holes) yang berasal dari tahun 1539 Masehi. Di sini, para pendeta Katolik bersembunyi untuk menyelamatkan diri setelah Pembubaran Biara (Dissolution of the Monasteries) oleh Raja Henry VIII. Pada tahun 1780 Masehi, The Priests Inn berganti nama menjadi The Bingley Arms, setelah diambil alih oleh Lord Bingley. Dengan sejarah panjangnya, tak mengherankan jika The Bingley Arms memiliki banyak kejadian menyeramkan selama bertahun-tahun.

Kini, kedai bir tersebut menawarkan sisi keindahan lain. Selain sebagai tempat minum bir, The Bingley Arms juga disulap menjadi restoran. Pernah, tempat ini memenangkan penghargaan Yorkshire Evening Post Restaurant of the Year.

6. Nishiyama Onshen Keiunkan

   Disebut sebagai hotel tertua di dunia, hotel Nishiyama di Jepang ini berada didekat pegunungan Kyoto tepat di prefektur Yamanashi dan dikelola dengan sistem keluarga oleh keluarga besar Fujiwara Mahito secara turun temurun hingga melebihi 52 generasi. Hotel ini memiliki 37 kamar yang terkenal dengan fasilitas pemandian air panasnya karena bersumber langsung dari mata air pegunungan Kyoto. Berada di kaki gunung Kyoto sangat menguntungkan, sebab membuat pemandangan di hotel Nishiyama ini sangat indah dan tak membosankan. Menambah nilai jual yang tinggi karena menjadi tempat yang tepat jika dijadikan sebagai destinasi wisata. Juga bagi anda yang ingin rehat sejenak dari segala aktivitas cocok sekali dengan konsep hotel ini yang tidak memiliki fasilitas wifi atau televisi. Hotel ini terkenal juga dengan para pengunjungnya yang kebanyakan adalah orang-orang dari kekaisaran, samurai, politisi, sampai komandan militer. Menginap di hotel ini dibanderol dengan harga 6 juta rupiah setiap malamnya. Dengan usia hotel yang didirikan pada tahun 705 ini, Guinness World Records pun menobatkan hotel Nishiyama Onsen Keiunkan menjadi hotel tertua di dunia pada tahun 2011.

7. Beretta Spa

    produsen senjata olahraga, militer, dan pribadi yang berbasis di Italia, salah satu perusahaan industri tertua di dunia. Ini memiliki afiliasi di Prancis, Yunani, dan Amerika Serikat. Markas besarnya berada di Gardone Val Trompia, dekat Milan , Italia . Pendiri bisnis, Bartolomeo Beretta, dikenal sebagai maestro da canne, atau ahli pembuat laras senapan, untuk republik Venesia sejak tahun 1526. Putranya, Giovannino, mewarisi pekerjaan ayahnya di Gardone Val Trompia, dan setelah itu bisnis keluarga diserahkan kepada berabad-abad dalam rantai tak terputus dari ayah ke anak laki-laki atau, lebih belakangan, keponakan.

    Pietro Beretta (1791–1853), setelah melengkapi laras senapan untuk pasukan penakluk Napoleon, memutuskan setelah perdamaian tahun 1815 untuk beralih ke pembuatan seluruh senjata dan melakukan diversifikasi menjadi senjata olahraga. LainPietro Beretta (1870–1957) memperkenalkan teknik produksi modern dan lebih dari tiga kali lipat ruang pabrik perusahaan . Pada akhir abad ke-20, perusahaan itu diarahkan oleh generasi ke-12 dan ke-13 dari keluarga Beretta.

Perusahaan tersebut memproduksi dan memasarkan, di seluruh dunia, senjata untuk pemburu, penembak kompetisi, petugas penegak hukum, dan personel militer; produknya meliputi senapan olahraga lapangan dan bermutu tinggi, senapan, pistol, senjata militer, pisau, dan aksesori seperti pemandangan dan teropong serta teropong. 

8. Sean's Bar

    Sekitar tahun 900 hiduplah seorang pria bernama Luain Mac Luighdeach. Diketahui bahwa ia mendirikan sebuah penginapan dekat dengan "Ath Mor - The Great Ford". Penginapan itulah yang sekarang dikenal sebagai Sean's Bar! Luain bertindak sebagai pemandu bagi para pelancong. Sean's Bar memiliki sejarah yang terperinci dan terdokumentasi sejak awal berdirinya di tahun 900. 

    Selama renovasi pada tahun 1970, dinding bar ditemukan terbuat dari anyaman yang berasal dari abad kesembilan. Koin-koin kuno yang dicetak oleh berbagai tuan tanah untuk barter dengan pelanggan juga ditemukan di Seans. Dinding dan koin-koin dipajang di Museum Nasional, dan beberapa peninggalan tersebut ditinggal di Seans sebagai "pendongeng" bagi para pengunjung bar ini. Kekuatan nuansa bar akan kejayaan Eire di abad ke-9 masih bisa kamu rasakan ketika melangkah masuk ke dalam bar ini. 

    Sean Bar, seperti yang dikenal saat ini, adalah bangunan dari zaman kuno yang selama bertahun-tahun telah membangun reputasi di seluruh dunia untuk atmosfernya, bar tua, perapian terbuka, lantai tertutup serbuk gergaji dan dinding yang ditutupi dengan banyak artefak kuno. Sean penuh dengan karakter hebat dan pelanggan internasional datang untuk mendengarkan musik dan lagu tradisional Irlandia. Bahkan santer kabar bahwa pada tahun 1980, musisi terkenal Boy George sempat memiliki bar tertua ini. Namun sang pemilik bar, Donovan menampik kabar tersebut dan mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah mitos.

9. Cambridge University Press (CUP)

    Cambridge University Press (CUP) adalah perusahaan penerbit milik Universitas Cambridge Perusahaan ini didirikan melalui paten surat Raja Henry VIII pada tahun 1534. CUP merupakan perusahaan penerbit tertua di dunia dan pers universitas terbesar kedua di dunia (setelah Oxford University Press).[1][2] Misi pers ini adalah "melanjutkan misi universitas untuk membebaskan pengetahuan demi meraih pendidikan, pembelajaran, dan penelitian terbaik secara internasional."[3] Cambridge University Press adalah departemen Universitas Cambridge dan merupakan penerbit akademik sekaligus penerbit pendidikan. Dengan sirkulasi global, anak penerbit, dan kantor di lebih dari 40 negara, CUP telah menerbitkan lebih dari 50.000 judul buku karya penulis dari +100 negara. Terbitan CUP mencakup jurnal akademikkarya referensibuku teks, dan publikasi pengajaran dan pendidikan bahasa Inggris. Cambridge University Press merupakan badan amal yang menyerahkan kembali laba tahunannya ke pihak universitas. Nama Cambridge sendiri tidak serta merta memiliki arti dan sejarah yang cukup panjang. Sejarah ini dimulai ketika bangsa romawi datang pada pertengahan abad ke I masehi dengan membangun wilayah pemukiman di Castle Hill dan membangun benteng bernama Duroliponte. Pada abad ke 5 M Romawi meninggalkan Inggris dan wilayah ini ditinggali oleh bangsa Saxon serta mengganti namanya menjadi ‘Grantebrycge’ yang memiliki arti Jembatan di atas sungai Granta. Kemudian, pada masa bangsa norman mengambil alih tempat ini, bangsa ini mengganti nama menjadi Grentebridge, lalu berganti lagi menjadi Cantabridge yang mana lebih mudah dalam pengucapannya. Selang beberapa tahun kemudian, nama Cantabridge berubah lagi menjadi Cambridge yang diresmikan menjadi nama baru dari kota ini.

10. Farmasi,Apoteker Santa Maria Novella (Italia)

      Santa Maria Novella adalah dari sebuah apotek yang didirikan pada 1221, Santa Maria Novella dikenal sebagai salah satu apotek tertua di dunia. Santa Maria Novella adalah perusahaan apotik yang berlokasi di Florence, Italia. Didirikan oleh biarawan Dominika. Hingga saat ini masyarakat masih dapat mengunjunginya untuk membeli berbagai produk kesehatan dan kecantikan yang diproduksi langsung di Apotek ini seperti parfum, sabun, champús, krim, minuman dan produk herbal.

Apotek yang berada di Florence, Italia tersebut hingga kini masih berdiri dan menjual produk-produk Santa Maria Novella. Apotek itu pun kini juga berfungsi sebagai museum. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANALISIS LINKUNGAN BISNIS

 Pernyataan : anda adalah seorang pengusaha pengrajin Batik yang brand produknya mulai dikenal oleh masyarakat. Dewasa ini teknologi desain ...